Lhokseumawe — Sebuah langkah besar menuju pengembangan sarana ibadah modern kembali ditunjukkan oleh masyarakat Gampong Mns. Mesjid, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, melalui perkenalan design preview pembangunan Masjid Al-Mabrur yang mengusung konsep arsitektur futuristik bernuansa Timur Tengah.
Desain yang diperkenalkan merupakan hasil gagasan berbasis teknologi AI (Artificial Intelligence) oleh Tgk. H. Hanafiah, menghadirkan perpaduan estetika Islami klasik dengan sentuhan modern yang visioner. Konsep ini diharapkan mampu menjadikan Masjid Al-Mabrur tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat aktivitas umat yang lebih luas dan inklusif.
Secara visual, desain masjid menonjolkan karakter arsitektur Timur Tengah yang megah, dengan elemen kubah dan struktur bangunan yang elegan serta detail ornamen yang memperkuat identitas Islami. Sentuhan futuristik terlihat dari tata ruang yang lebih terbuka, pencahayaan modern, serta pendekatan desain yang adaptif terhadap perkembangan zaman.









Tidak hanya berfokus pada fungsi utama sebagai tempat ibadah, Masjid Al-Mabrur juga dirancang dengan berbagai fasilitas pendukung yang menunjang kebutuhan masyarakat. Selain fasilitas standar seperti ruang shalat utama dan area wudhu, kawasan masjid ini juga akan dilengkapi dengan taman bermain anak sebagai ruang interaksi keluarga, area bazar kuliner untuk mendukung aktivitas ekonomi umat, serta kehadiran “Syekh Kupi Coffee Shop” sebagai ruang santai dan silaturahmi masyarakat.
Pembangunan masjid ini memiliki tujuan utama untuk menghadirkan pusat ibadah yang representatif, nyaman, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern. Lebih dari itu, Masjid Al-Mabrur diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan ekonomi yang terintegrasi dalam satu kawasan yang hidup dan produktif.
Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM), Tgk Dr. Hamdani, S.Ag., M.A., menyampaikan harapan besarnya terhadap realisasi pembangunan tersebut.
“Subhanallah tabarakallah, semoga impian nyoe jeut nyata insyaallah,” ungkapnya penuh harap.
Terkait pelaksanaan pembangunan, prosesnya akan disesuaikan dengan hasil musyawarah dan kesepakatan bersama seluruh pihak terkait. Hal ini menunjukkan bahwa proyek pembangunan Masjid Al-Mabrur mengedepankan nilai kebersamaan dan partisipasi masyarakat dalam setiap tahapannya.
Dengan hadirnya design preview ini, diharapkan dapat menjadi awal dari terwujudnya sebuah masjid yang tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga kuat dalam peran sebagai pusat peradaban umat di Kota Lhokseumawe.






